Studi Kasus: Modernisasi Unit Radiologi – Integrasi Lintas Disiplin pada Penggantian Mesin CT Scan High-Dose

Dalam proyek infrastruktur kesehatan yang ditangani oleh Ellipse Projects, transisi teknologi medis sering kali menjadi tantangan teknis terbesar. Studi kasus ini membahas penggantian mesin CT Scan lama dengan model terbaru yang memiliki kebutuhan daya dan beban pendinginan lebih tinggi di sebuah rumah sakit yang sedang beroperasi.

1. Fase Inisiasi: Presales Biomedical & Analisis Kebutuhan

Proses dimulai ketika tim Presales Biomedical menentukan spesifikasi mesin CT Scan baru (misal: upgrade dari 64-slice ke 256-slice).+1

  • Input Teknis: Mereka menyediakan Pre-Installation Manual (PIM) yang merinci kebutuhan daya puncak (peak load), sensitivitas grounding, dan panas yang dihasilkan alat.+3
  • Tantangan: Memastikan alat yang dipesan sesuai dengan batasan fisik bangunan yang sudah ada.+1

2. Fase Adaptasi Ruang: CSA (Civil, Structure, & Architecture)

Tim CSA bertanggung jawab atas kesiapan fisik ruangan agar mampu menampung teknologi baru.+1

  • Struktur & Proteksi: Melakukan audit kekuatan lantai untuk menahan beban gantry CT Scan yang sangat berat dan memastikan integritas lead shielding (lapisan timbal) pada dinding.+1
  • Koordinasi MEP: Menentukan jalur parit kabel (cable trench) di lantai agar tidak memotong tulangan utama struktur gedung yang sudah berdiri.+2

3. Fase Infrastruktur Kritis: Senior MEP Engineer

Sebagai Senior MEP Engineer, peran Anda adalah memastikan “ekosistem” pendukung siap menyokong alat tersebut tanpa mengganggu operasional rumah sakit lainnya.+1

  • Power Upgrade & Quality: Menggunakan keahlian ETAP, Anda melakukan Load Flow Analysis untuk memastikan Trafo dan LVMDP existing mampu menyuplai daya mesin baru yang lebih besar. Anda juga merancang sistem UPS atau Stabilizer khusus medis untuk menjaga kualitas daya.+3
  • HVAC & Cooling System: Mengingat mesin daya tinggi menghasilkan panas masif, Anda meng-upgrade sistem tata udara (misal: mengganti AC Split ke Precision AC) untuk menjaga suhu ruangan stabil di 18-22°C guna mencegah overheat pada mesin.+1
  • Site Supervision: Mengawasi subkontraktor secara ketat melalui Shop Drawing review dan memastikan tidak ada gangguan pada instalasi gas medis atau listrik di area tetangga (seperti ICU atau OT).+1

4. Fase Finalisasi: Biomedical Engineer & Testcom

Setelah infrastruktur siap, tim Biomedical Engineer melakukan instalasi fisik dan kalibrasi alat.

  • Konektivitas: Memastikan alat terhubung dengan sistem IT rumah sakit (PACS/DICOM).
  • Testing & Commissioning (Testcom): Bersama tim MEP, dilakukan uji beban puncak untuk memastikan sistem listrik tidak trip saat mesin melakukan scanning intensitas tinggi.+3
  • Sertifikasi: Memastikan seluruh sistem memenuhi standar BAPETEN dan siap untuk pengajuan Sertifikat Laik Fungsi (SLF).

Kesimpulan & Nilai Tambah

Strategi Bapak dalam menangani kasus ini sangat kuat karena didukung oleh rekam jejak nyata:

  • Pengalaman Renovasi: Kemampuan menangani National MEP Renovation di lingkungan aktif (seperti di proyek BCA) adalah kunci untuk memitigasi risiko downtime di proyek Ellipse.+1
  • Analisis Teknis: Penggunaan ETAP dan Advanced Excel memberikan kepastian bahwa desain infrastruktur Bapak aman dan efisien secara biaya.+1
  • Kontrol Kualitas: Penggunaan instrumen seperti NCR (Non-Conformance Report) memastikan subkontraktor bekerja sesuai standar internasional yang dijunjung tinggi oleh Ellipse.+1

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top