Strategi “Revitalize & Upgrading”: Membedah Proyek 20 Rumah Sakit Kemenhan oleh Ellipse Projects

Halo rekan-rekan MEP! Pernah terbayang bagaimana rasanya merombak 20 rumah sakit secara bersamaan di seluruh penjuru Indonesia? Inilah yang sedang dikerjakan oleh PT Ellipse Projects Indonesia.

Perusahaan asal Prancis ini sedang memegang mega proyek dari Kementerian Pertahanan (Kemenhan) untuk melakukan revitalisasi besar-besaran. Bukan sekadar cat ulang, tapi peningkatan standar fasilitas kesehatan TNI agar setara dengan standar rumah sakit internasional.

Apa Itu Proyek Revitalisasi Rumah Sakit?

Bagi kita di dunia konstruksi, ada perbedaan besar antara membangun baru (Greenfield) dan revitalisasi (Brownfield). Ellipse fokus pada upgrading, yang artinya mereka masuk ke gedung rumah sakit yang sudah beroperasi (seperti RSAD Dustira, RSAL Dr. Ramelan, hingga RSAU Dr. Salamun) untuk menyuntikkan teknologi medis terbaru.


3 Pilar Utama dalam Proyek Ellipse Projects

Berdasarkan analisis tim Belajar MEP Di Sini terhadap kebutuhan personil mereka (Biomedical, CSA, dan MEP), ada tiga pilar yang mereka integrasikan:

1. Modernisasi Infrastruktur MEP (The Backbone)

Rumah sakit tua sering terkendala daya listrik yang tidak stabil dan sistem tata udara yang belum standar. Ellipse melakukan:

  • Upgrading Power System: Pemasangan Genset kapasitas besar dengan sistem sinkronisasi (CPGS) dan UPS untuk menjamin zero power outage di ruang kritis.
  • HVAC Khusus Medis: Mengganti AC split biasa dengan sistem yang menggunakan HEPA Filter dan pengaturan tekanan udara (Positif/Negatif) untuk meminimalisir infeksi nosokomial.
  • Medical Gas: Digitalisasi panel gas medis untuk memantau suplai oksigen secara real-time.

2. Advanced Biomedical Technology (The Soul)

Inilah yang membedakan Ellipse dengan kontraktor umum. Mereka membawa alat medis kelas dunia seperti MRI, CT-Scan, dan sistem MOT (Modular Operating Theatre).

  • Tantangan MEP: Alat-alat ini butuh pendinginan presisi (Chilled Water) dan sistem grounding yang sangat rendah (biasanya < 1 Ohm) agar hasil citra medis akurat.

3. Integrasi CSA & BIM (The Body)

Dengan cakupan 20 rumah sakit dari Jayapura sampai Sabang, Ellipse menggunakan BIM 3D (Building Information Modeling).

  • Clash Detection: Sebelum pipa gas medis dan ducting AC dipasang di gedung lama yang ruang plafonnya sempit, mereka mensimulasikannya di komputer untuk menghindari bentrokan dengan balok struktur.

Mengapa Proyek Ini Menarik untuk Dipelajari?

Sebagai praktisi MEP, kita bisa mengambil pelajaran penting dari metode kerja mereka:

  1. Logistik Nasional: Membawa alat medis sensitif ke daerah pelosok membutuhkan perencanaan rigging dan proteksi MEP yang matang selama perjalanan.
  2. Sekuens Kerja: Melakukan renovasi di rumah sakit yang masih beroperasi adalah seni tingkat tinggi. Kita harus memastikan debu konstruksi tidak masuk ke ruang perawatan dan suara bising tidak mengganggu pasien.
  3. Standar Internasional: Mereka mengacu pada standar WHO dan Kemenkes sekaligus, memberikan kita referensi bagaimana standar RS di masa depan.

Kesimpulan

Proyek 20 rumah sakit oleh Ellipse Projects Indonesia adalah bukti bahwa masa depan industri MEP adalah integrasi. Kita tidak bisa lagi hanya paham kabel dan pipa, tapi harus mulai memahami bagaimana infrastruktur tersebut mendukung peralatan medis canggih (Biomedical).

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top