Update Proyek: Peta Progres Revitalisasi 20 RS TNI oleh Ellipse Projects – Di Mana Saja yang Sedang “On Fire”?

Halo rekan-rekan MEP! Banyak yang bertanya di kolom komentar, “Dari 20 rumah sakit yang dikerjakan Ellipse Projects, mana saja yang sudah mau serah terima dan mana yang baru mulai?”

Mengerjakan 20 titik di seluruh Indonesia secara simultan tentu membutuhkan manajemen sequencing yang rapi. Sebagai praktisi MEP, kita harus paham bahwa progres di lapangan sangat bergantung pada kedatangan alat medis dan kesiapan daya listrik.

Berdasarkan status operasional terbaru, berikut adalah klasifikasi progres 20 RS tersebut:

1. Zona “Final Commissioning” (Progres 90% – 98%)

Rumah sakit di zona ini sudah melewati fase konstruksi berat. Fokus utama tim saat ini adalah Testing & Commissioning (Test Com) dan kalibrasi alat medis.

  • RSPAD Gatot Soebroto (Jakarta): Lokasi paling prestisius. Fasilitas Proton Therapy sudah masuk tahap finalisasi sistem pendingin Cyclotron. Tim MEP sedang memastikan kestabilan daya listrik 24 jam tanpa fluktuasi sedikit pun.
  • RSAL Dr. Ramelan (Surabaya): Renovasi gedung diagnostik utama hampir 100%. Saat ini sedang dilakukan uji fungsi (functional test) pada unit radiologi dan instalasi gas medis tersentral.
  • RSAD Tk. II Dustira (Cimahi): Fokus pada detail arsitektur dan interior ruang operasi MOT. Sistem HVAC dengan HEPA Filter sudah mulai di-running untuk uji kebersihan udara.

2. Zona “Instalasi MEP Masif” (Progres 60% – 85%)

Inilah area yang paling sibuk bagi kita orang MEP. Kabel tray, pipa tembaga gas medis, dan ducting sedang ditarik di hampir seluruh area.

  • RSAD Tk. II Pelamonia (Makassar) & Dr. R. Hardjanto (Balikpapan): Pekerjaan sipil/struktur tambahan sudah selesai. Tim lapangan sedang fokus pada pemasangan Panel LVMDP dan instalasi jalur utama pipa gas medis.
  • RSAU Dr. M. Salamun (Bandung) & Dr. Esnawan Antariksa (Jakarta): Sedang dilakukan upgrading sistem kelistrikan. Pemasangan unit Genset Synchronize (CPGS) cadangan sedang berjalan untuk mendukung beban alat medis baru yang lebih besar.

3. Zona “Infrastruktur & Logistik” (Progres 30% – 55%)

RS di zona ini kebanyakan berada di area luar Jawa dengan tantangan logistik yang lebih menantang.

  • RSAD Tk. II Marthen Indey (Jayapura): Fokus pada penyelesaian struktur dan arsitektur dasar. Material MEP sedang dikirim secara bertahap lewat jalur laut.
  • RSAL Dr. Midiyato Suratani (Tanjung Pinang) & RSAL Komang Membuat (Manado): Masih dalam tahap pengerjaan dinding dan persiapan jalur-jalur sleeve untuk pipa dan kabel.

4. Zona “Design & Preparation” (Fase Awal)

RS tipe III dan IV yang baru masuk dalam daftar ekspansi (dari 13 menjadi 20 RS).

  • Daftar RS: RSAD Tk. III Brawijaya, Dr. R. Soeharsono (Banjarmasin), RSAU Dr. Efram Harsana (Madiun), hingga RSAD di wilayah Aceh.
  • Status: Tahap survei teknis mendalam (field survey), pengukuran beban eksisting, dan finalisasi Shop Drawing.

Pelajaran Penting bagi Kita

Melihat peta progres ini, kita belajar bahwa kecepatan proyek rumah sakit ditentukan oleh koordinasi MEP dan Biomedical. Jika jalur pipa gas medis terlambat satu minggu, maka pemasangan alat medis seharga miliaran rupiah bisa tertunda sebulan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top